SEJARAH RAHASIA SENI BELA DIRI WING CHUN IPMAN DI DUNIA

Bagaimana Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman Di Dunia ?

Gambar 1. Lambang Wing Chun dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Sejarah Wing Chun dikenal cukup rumit dan banyak versi, sebab Wing Chun dikembangkan selama masa perlawanan Shaolin dan Dinasti Ming terhadap Dinasti Qing, sehingga banyak legenda yang muncul termasuk kisah Yim Wing-Chun sendiri, cerita mengenai penciptaan Wing Chun dengan berbagai versi ini sengaja dibuat untuk membingungkan musuh.

Sejarah Wing Chun yang sebenarnya telah diwariskan dari guru ke siswa secara lisan dan bukan melalui dokumentasi, salah satu kisah yang paling terkenal adalah versi Ip Man yang kita kenal sebagai pewaris Wing Chun secara langsung dan berikut kisah yang beliau ceritakan sebelum meninggal tahun 1972.

Pada awalnya Wing Chun diciptakan oleh Biksuni (Pendeta Wanita) yang bernama Ng Mui (Cina: t 伍 枚, p Wú Méi; Kanton) atau lebih dikenal dengan Si Tai -  Lui Sei-Leung , Ng Mui Si Tai (Wumei Shitai atau "Five Plums Nun" yang merupakan pendukung Keluarga Kerajaan Dinasti Ming.

Gambar 2. Biksu Ng Mui Pencipta Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Biksu Ng Mui merupakan Pendeta wanita yang sangat berbakat dan mampu menguasai berbagai seni bela diri Shaolin seperti :
  • Seni bela diri Wudang, 
  • Seni bela diri Ng Ying Kung Fu (Cina: 五 形 功夫) 
  • Seni bela diri Yuejiaquan
  • Seni bela diri Wing Chun.
  • Seni bela diri Naga, 
  • Seni bela diri White Crane.
Kisahnya juga dikaitkan dengan kejadian lahirnya berbagai seni beladiri kung fu terkenal seperti :
  • Kuil Shaolin baik di Henan atau Fujian.
  • Pegunungan Wudang di Hubei.
  • Kuil Bangau Putih "Bok Hok Jee", Gunung Emei di Pegunungan Daliang diperbatasan antara Sichuan dan Yunnan.
  • Guangxi dan Guangdong.
Menurut salah satu cerita dia adalah Lui Sei-Leung, Putri Ke-empat dari Jenderal Ming yang diceritakan lberhasil olos dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh pembunuh yang menggunakan keterampilan seni bela diri yang sangat maju utusan Kaisar Qing 

Sejak saat itu itu Ia berhasil masuk kedalam kedalam Kuil Saolin dan berlatih tekun hingga bisa menjadi  satu-satunya pendeta wanita terbaik yang ada dan merupakan salah satu  dari Lima Sesepuh Legendaris Shaolin yang selamat dari kehancuran Kuil Shaolin oleh pada masa pemerintahan Kaisar Yung Cheng I pada Dinasti Qing. 

Beberapa penelitian menunjukkan "Ng Mui" adalah Chan Wing-Wah atau seseorang yang dijuluki "White Crane Taoist", yang merupakan seorang revolusioner dari 1670-an.

Ia juga diketahui mengajarkan jurus Ular dan bangau kepada murit wanitanya yang bernama Yee Wing Chun dan melahirkan jenis ilmu beladiri "Wing Chun".




A. Terbakarnya Biara Shaolin

Gambar 3. Biara Saolin Terbakar dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman.
Pada masa itu Cina sedang dijajah oleh bangsa Manchuria Dinasti Qing (1662-1736) yang diperintah oleh Kaisar Yung  Cheng I pada tahun (1723-1736) pada masa itu Kung Fu Shao Lin menjadi sangat kuat di Biara Siu Lam Gunung Sung, di Provinsi Honan dan hal Ini tentu membangkitkan ketakutan pada dinasti Qing yang merupakan orang-orang non-Cina dari Manchuria di Utara, yang memerintah Cina pada waktu itu.

Saat itu pemerintahan Manchuria takut akan perkembangan kung fu di Kuil Shao Lin yang semakin lama semakin besar kuat dianggap ancaman yang dapat digunakan sebagai pusat gerakan pemberontakan melawan penjajah Manchuria. 

Untuk itu pemerintah mengirim pasukan untuk menyerang Biara Saolin tersebut  282 tahun yang lalu, namun rupanya Kemampuan biksu dibiara saolin lebih baik dari kemampuan tentara dinasti Qing, karena serangan demi serangan selalu mengalami kegagalan.

Hingga seorang pria bernama Chan Man Wai, seorang pegawai negeri yang baru saja diangkat mencari dukungan dengan pemerintah, menyarankan sebuah rencana, bersama Wong Chun May, Cheung King Chow mereka membujuk  biksu Siu Lam Ma Ning Yee untuk mengkhianati teman mereka dengan membakar biara sementara tentara menyerangnya dari luar.

Akibatnya penghianatan ini banyak penghuni Shao Lin, pendeta, murid calon pendeta, maupun murid-murid yang bukan calon pendeta mati terbakar, namun walaupun demikian tidak semua biksu itu mati, beberapa berhasil lolos dari peristiwa ini. Mereka yang berhasil lolos di antaranya adalah :

Pendeta & Master
  • Pendeta Kepala Chi Sin, 
  • Pendeta Wanita Ng Mui, 
  • Pendeta Pak Mei, 
  • Master Fung To Tak, dan 
  • Master Miu Hin
Murid :
  • Hung Hay Kwun (Hung Si Kuan), 
  • Fong Sai Yuk (Fang Se Yu)
  • Luk Ah Choy,
  • Tung Chin Kun
  • Tse Ah Fook, 
  • dan lain-lainnya. 
Kelima pendeta/master ini adalah lima guru yang mewakili lima gaya kung fu Shao Lin yang berhasil melarikan diri dan di antaranya Ng Mui mengungsi ke Gunung Daliang (大涼山) di perbatasan antara Yunnan dan Sichuan.

Baca juga
Biografi Imi Lichtenfeld Bapak Pencipta Seni Beladiri Kravmaga

B. Masa Pelarian dan merubah Identitas

Untuk menghindari pengkapan tentara kerajaan Dinasti Qing pada masa pelarian tesebut para biksu ini kemuadian membagi menjadi 3 kelompok yaitu ;

1. Pendeta Chi Sin dan Perahu Merah.

Gambar 4 Perahu Merah dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman. 
Pendeta Chi Sin yang mempunyai murid paling banyak memimpin pelawanan terhadap pemerintahan Manchuria. Pendeta ini bersama dengan beberapa orang murid kesayangannya, yaitu Hung Hay Kwun, Tung Chin Kun, dan Tse Ah Fook yang menjadi buronan pemerintah lalu Pendeta Chi Sin memerintahkan murid-muridnya untuk menyamar, lalu ia sendiri menyamar menjadi juru masak di Perahu Merah/The Red Junk Agar tidak tertangkap. 

2. Master Miu Hin dan Fong Sai Yuk

Gambar 6. Biksu Fong Sai Yuk dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Sementara itu Master Miu Hin, anaknya perempuannya, Miu Tsui Fa, dan cucunya, Fong Sai Yuk, bersembunyi untuk sementara waktu di kalangan suku minoritas Miao dan Yao, yang berlokasi di antara propinsi Sze Chuan dan Yunnan. 

Mereka kemudian berkeliling dan melakukan banyak hal sehingga melahirkan legenda-legenda fantastis, di antaranya adalah "Fong Sai Yuk menantang sang juara bertahan turnamen kung fu".

3. Pendeta Ng Mui

Gambar 8. Latihan Pendeta Ng Mui dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman 
Pendeta Wanita Ng Mui adalah satu-satunya master wanita dari Shao Lin dan yang tertua dari kelima master tersebut. Ia lebih toleran terhadap pemerintah Manchuria daripada keempat saudara seperguruannya ini. 

Walaupun demikian kadang-kadang ia juga menggunakan kung fu-nya untuk menegakkan keadilan. Ng Mui pergi berkeliling Cina, perjalanannya ini melahirkan legenda "Ng Mui membunuh Lee Pa Shan di hamparan bunga plum". Ia lalu mengundurkan diri dan bersumpah untuk tidak terlibat lagi dalam peristiwa-peristiwa kekerasan. 

Ia kemudian menetap di Kuil Bangau Putih yang terletak di gunung Tai Leung (juga disebut gunung Chai Ha), di antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan. Ia berkonsentrasi mendalami Zen Buddhisme, sebuah sekte Buddha yang dikembangkan oleh Bodhidharma, dan juga ilmu kung fu sebagai hobby yang amat disukainya. 

C. Berhenti Berlari dan mengatur siasat

Gambar 9. Jurus Bangau Putih dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Ng Mui, seperti juga yang lainnya, tidak pernah melupakan pengalaman pahit peristiwa kebakaran dan pengkhianatan di Kuil Shao Lin. Ia juga khawatir akan pengejaran yang dilakukan oleh para pengkhianat dan pasukan pemerintah Manchuria. 

Ia sadar akan kesulitan yang akan dialaminya jika suatu saat bertemu dengan para pengkhianat yang juga telah menguasai ilmu bela diri Shao Lin tersebut. Ia sadar bahwa pengetahuan teoritis bela dirinya sejajar dengan mereka, dan suatu saat kemampuan fisiknya akan kalah dengan para pengkhianat yang jauh lebih muda darinya. 

Untuk mengatasi hal ini, cara satu-satunya adalah dengan menciptakan sebuah teknik bertarung baru yang mampu mengatasi teknik-teknik bertarung Shao Lin. Pertanyaannya adalah apa teknik baru itu dan bagaimana menciptakannya?

1. Lahirnya Teknik Bertarung Baru

Gambar 10. Simbol dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Suatu saat Ng Mui menyaksikan pertarungan antara seekor ular ular dan seekor bangau liar besar. ular itu berjalan mengitari bangau mencari kesempatan untuk menyerang, sementara bangau diam di tengah dan berputar-putar untuk menghadapi sang ular. 

Setiap kali sang Ular menyerang dengan bisanya, bangau menghalau dengan sayapnya dan pada saat yang sama balik menyerang dengan paruhnya. Ular tersebut memanfaatkan kelincahannya untuk menghindar dan menyerang tiba-tiba dengan gerakan secepat kilat.

Demikian perkelahian ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga Ng Mui mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan teknik pertarungan baru. Siapa di antara bangau dan rubah yang menjadi pemenang tidaklah penting. 

Ng Mui berkonsentrasi untuk menyesuaikan gerakan cakar rubah dan sayap bangau menjadi gerakan manusia. Ia berhasil menciptakan satu set gerakan tempur yang tetap mempertahankan gerakan rubah dan bangau tetapi sesuai dengan gerakan manusia.

Gerakan kung fu Shao Lin yang menitik beratkan pada suatu pola tetap, terlalu rumit untuk Ng Mui. Dalam teknik barunya ini ia menitikberatkan pada kesederhanaan gerak dan keanekaragaman kegunaan. Hal ini cukup menyimpang dari teknik-teknik Shao Lin. 

Dengan kata lain, dari sepuluh set atau lebih gerakan Shao Lin, satu dan lainnya hanya berbeda sedikit, hanya akan memberikan latihan stereotip bagi para anak didik. Sistem baru ciptan Ng Mui ini terdiri dari beberapa gerakan sederhana yang digabungkan, dan setelah mengalami beberapa perbaikan dan penyempurnaan, dibagi menjadi tiga jurus dan satu set gerakan berlatih menggunakan "orang-orangan kayu". 

Terlebih lagi dalam gaya Shao Lin, banyak gerakan yang memiliki pose menarik dan nama yang indah, seperti "Tarian Naga dan Pheonix", "Tongkat Master Tao", dan "Singa Keluar Dari Gua", tetapi dalam pertempuran yang sesungguhnya tidak dapat diprektekkan. Kebalikannya, dalam teknik baru ini, setiap gerakan adalah gerakan tempur yang sesungguhnya dan sangat praktis. 

Sudah tidak ada lagi gerakan-gerakan dan pose-pose indah yang hanya berguna untuk menarik perhatian. Gerakan-gerakan ini memiliki nama-nama yang sesuai dengan kegunaan dan bentuk gerakannya, seperti "Telapak Tangan Menghadap Ke Atas", sebuah nama yang sangat jelas menunjukkan gerak tangan yang diwakilinya.

2. Lebih Sederhana, Efisien dan Fleksibel

Gambar 11. Jenis Ilmu Saolin dalam Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Perbedaan lainnya adalah dalam teknik Shao Lin terlalu banyak menekankan latihan fisik. Seorang murid harus berlatih kuda-kuda yang kuat selama dua atau tiga tahun sebelum ia dapat melanjutkan pelajaran. Dalam teknik barunya, Ng Mui lebih menekankan penggunaan metode dalam mengalahkan musuh daripada dengan menggunakan kekuatan. 

Memang dalam metode ini perlu juga melatih kekuatan, tetapi dalam pertempuran yang sesungguhnya, yang terpenting adalah menerapkan metode yang tepat untuk masing-masing keadaan, dan juga untuk masing-masing lawan. Untuk keperluan ini, para pengikut akan dibekali dengan beragam teknik gerakan tangan, kuda-kuda, dan gerak langkah yang fleksibel. 

Dengan kata lain, dalam pertempuran yang sesungguhnya, gaya Shao Lin akan menggunakan gerakan tangan dan kuda-kuda lebar, sementara teknik baru ini akan menggunakan langkah kaki yang mengejar dan teknik bertempur jarak dekat. 

Dalam gaya Shaolin, kuda-kuda yang paling sering digunakan adalah "kaki depan sebagai busur dan kaki belakang sebagai anak panah" atau disebut juga kuda-kuda depan, sementara dalam teknik baru ini menggunakan kuda-kuda "kaki depan sebagai anak panah dan kaki belakang sebagai busur" atau disebut juga kuda-kuda belakang. 

Kuda-kuda belakang ini memungkinkan diterapkannya teknik "tendangan menghujam ke depan" yang cepat untuk menyerang tempurung lutut orang-orang yang menggunakan kuda-kuda depan, dan dapat mundur dengan cepat, jika kaki depannya sendiri diserang.Teknik baru ini akhirnya membuktikan ketidakefektifan gaya-gaya lebar Shao Lin.


Baca juga
5 Hasil Muay Thai Boxing Dalam Membangun Mental Wanita

D. Yim Wing Chun Yang Jelita

Gambar 12. Yi, Ying Chun Murit Ng Mui dalam
Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Nona Yim Wing Chun (嚴詠春) adalah penduduk asli propinsi Kwang Tung.  Dia adalah seorang gadis muda yang cerdas dan atletis, jujur ​​dan terus terang, Ibunya meninggal segera setelah pertunangannya dengan Leung Bok Chau, pedagang garam dari propinsi Fu Kien (Hok Kian), lalu ia tinggal berdua dengan ayahnya, Yim Yee (嚴二). 

Sebagai murid Shao Lin, Yim Yee berusaha menggunakan kung fu-nya untuk menegakkan keadilan. Ayahnya, Yim Yee, dituduh melakukan kejahatan dan akan dipenjara, agar tak ditangkap, ia mengajak anak perempuannya melarikan diri.

Mereka lari ke perbatasan antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan dan menetap di kaki gunung Tai Leung dekat perbatasan antara provinsi Yunan dan Szechuan di sana mereka mencari nafkah dengan menjalankan toko yang menjual kacang kedelai dan menjual tahu di pasar. 

Pada usia lima belas tahun, Yim Wing Chun tumbuh menjadi seorang gadis lincah, dan cantik. dengan rambutnya terikat yang pada masa itu merupakan sebuah simbol dalam tradisi cina yang menyatakan bahwa wanita itu  sudah cukup umur untuk menikah.

Gambar 13. Wong Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Kecantikannya inilah yang akan mengakibatkan masalah dikemudian hari karena saat itu seorang kepala gangster lokal bermarga Wong yang terkenal bertabiat buruk. Karena kemampuan kung fu-nya dan juga karena tangan hukum begitu lemahnya di daerah terpencil ini, ia ditakuti oleh penduduk setempat. 

Karena tertarik dengan kecantikan Yim Wing Chun, ia mengirimkan perantara untuk melamar gadis ini, dengan ancaman jika ditolak, ia akan memaksa Wing Chun menikahinya. Ayah Wing Chun sudah tua dan Wing Chun sendiri adalah gadis yang lemah. Oleh karena itu mereka sangat khawatir dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

1. Pertemuan yang Mengubah Sejarah Dunia Kungfu selamanya

Gambar 14. Ng Mui menemui Yim Wing Chun dalam
Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Ng Mui yang berlindung dan menetap di Kuil Bangau Putih yang berlokasi sangat dekat desa ini sering turun gunung, sering mengunjungi pasar desa. dan setiap kali ia lewat di kios tahu Yee Wing Chun selalu mampir dan berbelanja hingga dengan demikian, mereka menjadi saling mengenal dan dari pertemuan mereka inilah takdir Dunia persilatan dan seni Bela diri Cina akan berubah selamanya.

Karena pada suatu hari saat Pendeta Ng Mui berbelanja, ia memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa pada ekspresi ayah dan anak ini. Ketika ditanyakan, mereka menceritakan masalah tersebut kepada Ng Mui.

Pengakuan ini membangkitkan kembali rasa keadilan dalam diri Ng Mui yang sudah lama dipendam dan mem buatnya merasa iba untuk itu Ia memutuskan untuk membantu Yim Wing Chun, namun tidak dengan melawan Wong secara langsung.

Ng Mui bisa saja langsung menghajar kepala gangster itu untuk menolong Wing Chun namun risiko yang harus ditanggung terlalu besar karena tidak layak baginya, sebagai seorang ahli bela diri terkenal bertarung melawan preman tak ternama dari sebuah desa terpencil yang secara otomatis akan menunjukkan identitas aslinya sebagai pendekar Shao Lin dan terlacak oleh tentara Qing yang sedang gencar memburunya. 

Ng Mui tidak dapat melatih Wing Chun dengan metode biasa yang bisa memakan waktu bertahun tahun. Ng Mui memutuskan untuk mengajari Wing Chun teknik – teknik pilihan yang paling sederhana, langsung, efektif dan efisien.

Hal ini dilakukan agar Wing Chun dapat menggunakannya untuk mengalahan lelaki yang lebih besar, kuat dan berpengalaman. 

2. Tahun yang tak terlupakan

Gambar 15. Ng Mui melatih Yim Wing Chun dalam
Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Maka Ng Mui berpikir keras untuk mengajari sang gadis beladiri dan bagi Yim Wing Chun sendiri, ilmu bela diri bukan sesuatu yang aneh, karena ayahnya adalah murid Shao Lin, kini dengan panduan Ng Mui, sang master wanita dari Shao Lin Wing Chun mengikuti Ng Mui ke pegunungan, dan mulai belajar Kung Fu, 

Yim Wing Chun berlatih dengan sangat keras hingga betul-betul menguasai semua teknik yang diberikan oleh gurunya itu, dia berlatih siang dan malam, sampai dia menguasai tekniknya dan karena kepandaian dan kerja kerasnya ia berhasil menguasai teknik ini dalam waktu tiga tahun lamanya dengan tingkat yang sempurna.

Hingga suatu hari Yim Wing Chun diizinkan kembali pulang kerumah, namun sayang belum lama sekembalinya ia ke rumah ayahnya masalah kembali datang, walau 3 tahun telah mereka lewati.

Gambar 16. Yim Wing Chun berhadapan dengan Wong dalam
Sejarah Rahasia Seni Beladiri Wing Chun Ipman
Kedatangan Yim Wing Chun diketahui oleh Kepala Wong sang kepala Gangster. Kali ini Wing Chun menantangnya berkelahi. Wong sangat terkejut namun ia tetapi menerima tantangan ini. Ia sangat yakin dapat mengalahkan Wing Chun dan menikahinya, tetapi dalam pertarungan tersebut ia dikalahkan oleh Yim Wing Chun dengan telak. 

3. Melanjutkan Pengembaraan


Sejak saat itu, Wong tak berani lagi mengganggu Wing Chun, setelah peristiwa ini, Wing Chun terus berlatih teknik ini, tetapi Ng Mui merasa kehidupan di kaki gunung Tai Leung terlalu monoton dan pergi berkelana, 

tetapi sebelum pergi Ia berpesan pada Wing Chun untuk menjaga peraturan dan menghormati tradisi Kung Fu, untuk mengembangkan Kung Funya setelah pernikahannya, selalu berhati-hati dalam meneruskan teknik ini agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang tak pantas dan untuk membantu orang-orang yang bekerja untuk menggulingkan pemerintahan Manchu dan mengembalikan Dinasti Ming.

4. Terlihat Lemah Namun Berbahaya


Yim Wing Chun akhirnya menikah dengan tunangannya Leung Bok Chau, setelah pernikahannya Wing Chun mengajarkan Kung Fu kepada suaminya Leung Bok Chau.  Ia berhasil menurunkan teknik yang dipelajarinya dari Ng Mui ini kepada suaminya. Leung Bok Chao sendiri pernah mempelajari bela diri, dan rajin berlatih di waktu senggangnya.

Setelah pernikahan mereka, Yim Wing Chun sering berdiskusi dengannya tentang teknik-teknik pertarungan. Awalnya ia meremehkan Yim Wing Chun, karena menganggap Yim Wing Chun adalah wanita yang biasa dan lemah. tetapi Yim Wing Chun berhasil memperoleh kesempatan untuk berlatih dengan suaminya dan berhasil mengalahkannya setiap kali mereka berlatih. 



Leung Bok Chao pun akhirnya sadar bahwa Wing Chun bukanlah seorang wanita lemah, tetapi seorang ahli seni bela diri. Sejak saat itu ia mengagumi teknik istrinya dan sering berlatih berdua. Ia menyebut teknik ini dengan nama "Wing Chun Kuen" untuk menghormati istrinya. dari namanya ini lah maka dikenal nama Wing Chun Kung Fu.


Baca juga
8 Manfaat Muay Thai Boxing Bagi Kesehatan Dan Penampilan Wanita

Semoga Bermanfaat .. !!


0 Response to "SEJARAH RAHASIA SENI BELA DIRI WING CHUN IPMAN DI DUNIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel